http://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/abd_mlt/issue/feedJurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo2025-07-28T02:02:26+00:00Winartiabdimastlmb@itkeswhs.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo </strong>adalah sebuah jurnal peer-review yang didedikasikan untuk publikasi hasil pengabdian yang berkualitas dalam bidang ilmu Teknologi Laboratorium Medis, meliputi <strong>Kimia Klinik, Imunologi, Hematologi, Sitohistoteknologi, Bakteriologi, Parasitologi, Toksikologi Klinik dan Biologi Molekuler</strong>.</p> <p>Semua publikasi di jurnal ini bersifat akses terbuka yang memungkinkan artikel tersedia secara bebas online tanpa berlangganan apapun. Menerbitkan paper secara berkala 2 kali setahun yaitu bulan <strong>Mei</strong> dan <strong>November</strong>.</p>http://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/abd_mlt/article/view/1958Peduli Kesehatan Lansia: Pemeriksaan Kolesterol Gratis di Panti Joint Adulam Ministry2025-07-28T02:02:26+00:00Didi Irwadididiirwadi@itkeswhs.ac.idMuhammad Fahmi Aminuddinmfahmi@itkeswhs.ac.idRinda Aulia UtamiRindaaulia@itkeswhs.ac.idIdriani Wogaidrianiwoga@student.itkeswhs.ac.id<p><em>Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes mellitus merupakan penyebab kematian utama secara global dan terus meningkat, terutama di negara berkembang. Salah satu faktor risiko utama PTM adalah tingginya kadar kolesterol dalam darah, yang sering terjadi pada kelompok lansia akibat penurunan aktivitas fisik dan pola hidup yang kurang sehat. Oleh karena itu, deteksi dini kolesterol menjadi langkah penting dalam pencegahan komplikasi kardiovaskular. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lansia terhadap pentingnya menjaga kadar kolesterol dalam batas normal melalui edukasi dan pemeriksaan kolesterol gratis di Yayasan Joint Adulam Ministry Samarinda.</em></p> <p><em>Metode kegiatan meliputi perumusan masalah, survei lapangan, penyusunan proposal, serta pelaksanaan edukasi dan pemeriksaan kolesterol darah. Kegiatan dilaksanakan pada 25 Oktober 2024 dan diikuti oleh 31 peserta lansia. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebanyak 71% peserta memiliki kadar kolesterol normal, sedangkan 29% memiliki kadar kolesterol tinggi (>200 mg/dL). Mayoritas peserta yang mengalami kolesterol tinggi adalah perempuan. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari peserta dan menunjukkan pentingnya pemeriksaan kolesterol rutin sebagai langkah preventif terhadap penyakit kardiovaskular.</em></p> <p><em>Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa masih terdapat lansia dengan kadar kolesterol tinggi yang berisiko mengalami komplikasi PTM. Pemeriksaan kolesterol secara rutin dan edukasi gaya hidup sehat sangat diperlukan. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan lintas sektor, termasuk puskesmas dan dinas kesehatan, untuk menjangkau lebih banyak masyarakat berisiko.</em></p>2025-05-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Didi Irwadi, Muhammad Fahmi Aminuddin, Rinda Aulia Utami, Idriani Wogahttp://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/abd_mlt/article/view/1956Remaja Sehat, Masa Depan Hebat: Edukasi Penyakit Menular Seksual Dan Pemeriksaan Hepatitis C Di Mts Al-Mizan Loa Kulu2025-07-28T01:58:19+00:00Rinda Aulia UtamiRindaaulia9@gmail.comMuhammad Fahmi Aminuddinmfahmi@itkeswhs.ac.idMaya Tamara Mawardanimayatamara@itkeswhs.ac.idEdison Harianjaedisonharianja@itkeswhs.ac.idNurul Izahnurulizah@student.itkeswhs.ac.id<p><strong><em>Latar Belakang</em></strong><em>: Perkembangan zaman dan kemajuan teknologi memberikan dampak signifikan terhadap perilaku remaja, salah satunya adalah meningkatnya kasus pergaulan bebas yang berisiko terhadap kesehatan reproduksi. Salah satu dampak serius dari perilaku seks bebas adalah penularan infeksi menular seksual (IMS), termasuk Hepatitis C, yang dapat menimbulkan komplikasi jangka panjang. Minimnya pengetahuan dan edukasi yang memadai di kalangan remaja menjadikan upaya preventif melalui edukasi dan skrining kesehatan sangat penting. <strong>Tujuan</strong>: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai bahaya seks bebas dan risiko penularan IMS serta melakukan pemeriksaan dini Hepatitis C sebagai bentuk pencegahan penyakit menular di lingkungan sekolah. <strong>Metode</strong>: Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada bulan Juli 2024 di MTs Al-Mizan Loa Kulu, diikuti oleh 49 siswa dari kelas VII hingga IX. Metode pelaksanaan mencakup penyampaian materi edukatif oleh dosen dan mahasiswa melalui ceramah interaktif serta sesi tanya jawab. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan Hepatitis C menggunakan metode Rapid Test terhadap seluruh peserta. <strong>Hasil</strong>: Hasil edukasi menunjukkan keterlibatan aktif siswa dalam diskusi dan meningkatnya pemahaman mengenai bahaya seks bebas dan IMS. Pemeriksaan Hepatitis C menunjukkan seluruh peserta (100%) memperoleh hasil non-reaktif. <strong>Kesimpulan</strong>: Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi dan skrining sangat bermanfaat sebagai upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan remaja. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkala guna meningkatkan kesadaran dan deteksi dini terhadap penyakit menular di kalangan remaja.</em></p>2025-05-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Rinda Aulia Utami, Muhammad Fahmi Aminuddin, Maya Tamara Mawardani, Edison Harianja, Nurul Izahhttp://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/abd_mlt/article/view/1849Edukasi dan Pemeriksaan Kolesterol Tentang Bahayanya Terhadap Kesehatan 2025-05-28T03:20:20+00:00Desyani Arizadesyaniariza@yahoo.co.idNirmawati Angrianirmawatiangria@gmail.comAndi Maya Kesriantiandimayakesrianti2020@gmail.comSanti Santisanti.ssi96@gmail.comRizky Nurul Fadlilaartauris142626@gmail.comNurfitri Arfaninurfitri.arfani@gmail.comYanti Sunaidiyantisunaidi@gmail.com<p>Perubahan gaya hidup modern menyebabkan pola makan berubah. Merebaknya makanan dengan tinggi lemak menyebabkan penderita kolesterol dari tahun ke tahun semakin meningkat. Dengan sering konsumsi makanan tinggi lemak seseorang beresiko terkena kolesterol tinggi. Penderita kolesterol cukup tinggi di Indonesia, mencapai 28% dari total populasi dan merupakan penyebab 7,9% kematian di seluruh dunia. Kolesterol tinggi dapat membahayakan kesehatan dan bahkan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani segera. Kadar kolesterol tinggi didefinisikan sebagai kadar kolesterol darah yang lebih tinggi daripada nilai normal. Kolesterol yang tidak terkendali dapat menyumbat saluran pembuluh darah dan menyebabkan penyakit seperti stroke, aterosklerosis, angina, atau serangan jantung (Kementrian Kesehatan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, 2022). Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa adalah salah satu target tempat edukasi dan pemeriksaan kolesterol tentang bahayanya terhadap kesehatan. Tujuan dilakukan kegiatan ini untuk memberikan edukasi tentang bahaya kolesterol terhadap kesehatan dan juga dilakukan pemeriksaan kolesterol untuk mengetahui kadar kolesterol masyarakat setempat di Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Aula Kantor Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa pada hari Kamis, 17 April 2025 pukul 09.00 WITA-selesai. Peserta dalam kegiatan ini adalah para warga yang tinggal disekitar kantor Camat Bontomarannu Kabupaten Gowa dan diikuti 23 peserta. Hasil yang diperoleh dari kegiatan edukasi yaitu bertambahnya pengetahuan masyarakat tentang bahaya kolesterol terhadap kesehatan. Hasil pemeriksaan kesehatan diperoleh 16 (69,57%) peserta dengan kadar kolesterol normal dibawah <200 mg/dl dan 7 (30,43%) peserta dengan kadar kolesterol meningkat > 200 mg/dl.</p>2025-05-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Desyani Ariza, Nirmawati Angria, Andi Maya Kesrianti, Santi Santi, Rizky Nurul Fadlila, Nurfitri Arfani, Yanti Sunaidihttp://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/abd_mlt/article/view/1933Deteksi Dini Penyakit Kronis dan Infeksius Melalui Edukasi Hepatitis B dan Skrining Metabolik di Masyarakat Kelurahan Loa Ipuh2025-07-28T01:23:50+00:00Suci Indah Astutisuciindah@itkeswhs.ac.idRinda Aulia Utamirinda@itkeswhs.ac.idMuhammad Fahmi Aminuddinmfahmi@itkeswhs.ac.idLa Ode Marsudimarsudi@itkeswhs.ac.id<p><em>Penyakit infeksius dan penyakit tidak menular (PTM) merupakan tantangan kesehatan serius di Indonesia, dengan prevalensi PTM seperti Diabetes Melitus Tipe 2, hipertensi, dan kolesterol tinggi yang terus meningkat dan penyakit infeksius seperti Hepatitis B. Meskipun secara fundamental berbeda, Hepatitis B disebabkan oleh mikroorganisme (infeksius) dan PTM terkait gaya hidup atau genetik (non-infeksius), namun keduanya memiliki kesamaan essensial potensi untuk berkembang menjadi penyakit kronis yang berat jika tidak diketahui dan ditangani sejak dini. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan memfasilitasi deteksi dini Hepatitis B dan PTM melalui pendekatan komprehensif. Metode yang digunakan meliputi edukasi mendalam tentang Hepatitis B, diikuti skrining metabolik (gula darah, kolesterol, dan tekanan darah). Hasil pengabdian ini menunjukkan mayoritas peserta berusia 46-60 tahun (62.5%) dan 61-80 tahun (27.5%). Prevalensi hasil skrining yang abnormal sangat tinggi yaitu 55% peserta mengalami hiperglikemia, 37.5% memiliki kolesterol abnormal, dan 79.49% menunjukkan tekanan darah abnormal. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat warga RT 23, Gg. Silahturahmi, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong yang memilki faktor risiko PTM. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil mengedukasi dan melakukan skrining. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pemeriksaan awal untuk mencegah masalah kesehatan serius dari Hepatitis B dan PTM asimtomatik, demi kesehatan yang lebih baik dan berkelanjutan</em></p>2025-05-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Suci Indah Astuti, Rinda Aulia Utami, Muhammad Fahmi Aminuddin, La Ode Marsudihttp://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/abd_mlt/article/view/1944Peningkatan Kesadaran Higiene Sanitasi Untuk Pencegahan Infeksi Parasit Usus di Lingkungan Kelurahan Dadi Mulya, Samarinda Ulu2025-07-28T01:42:47+00:00Maya Tamara Mawardanimayatamara@itkeswhs.ac.idZulfa Zahra Salsabilazulfazahra@itkeswhs.ac.idRifky Saldi A. Wahidrifkysaldi@unismuh.ac.id<p><em>Infeksi parasit usus masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di wilayah dengan kondisi sanitasi yang buruk dan rendahnya kesadaran akan perilaku hidup bersih dan sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga mengenai pentingnya higiene dan sanitasi sebagai upaya pencegahan penularan parasit usus. Kegiatan pengabdian masyarakat ini tentang Peningkatan Kesadaran Higiene Sanitasi Untuk Pencegahan Infeksi Parasit Usus Di Lingkungan Kelurahan Dadi Mulya, Samarinda Ulu pada tanggal 5 Oktober 2023. Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta yang terdiri dari anak-anak dan pengurus panti asuhan Qolbun Salim.</em> <em>Metode penyuluhan yang disertai demonstrasi praktik langsung terbukti lebih efektif dibandingkan penyampaian satu arah, karena peserta dapat secara langsung memahami dan menirukan perilaku yang benar. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi berbasis masyarakat dengan pendekatan praktis dan partisipatif efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai pentingnya higiene sanitasi sebagai langkah preventif terhadap infeksi parasit usus. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) nomor 3 dan 6, yaitu kesehatan yang baik dan sanitasi layak</em></p>2025-05-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Maya Tamara Mawardani, Zulfa Zahra Salsabila, Rifky Saldi A. Wahidhttp://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/abd_mlt/article/view/1945Edukasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Siswa/i Sekolah Dasar Negeri 015 Samarinda Seberang2025-07-28T01:45:27+00:00Siti Raudahsitiraudah@itkeswhs.ac.idKhoirul Anamkhoirulanam@itkeswhs.ac.idKamil Kamilkamil@itkeswhs.ac.idDwi Ida Puspitasaridwiida@itkeswhs.ac.id<p><em>Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah merupakan serangkaian kebiasaan dan tindakan yang dilakukan oleh siswa, guru, dan masyarakat sekolah untuk menjaga kebersihan dan kesehatan guna mencegah penyakit serta menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan nyaman. Di lingkungan sekolah, penerapan gaya hidup bersih dan sehat tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari pendidikan kesehatan tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih kondusif. Penerapan PHBS di sekolah dasar sangat penting karena anak usia sekolah memiliki kerentanan tinggi terhadap berbagai penyakit menular, terutama yang berhubungan dengan kebersihan diri dan lingkungan. Sehingga perlu diberikan pemahaman tentang PHBS dalam sehari hari dengan cara memberikan edukasi, melakukan kebersihan kuku dan cuci tangan dengan sabun. Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan pada tanggal 24 Agustus 2024 di Sekolah Dasar Negeri 015 Samarinda Seberang. Kegiatan ini ikuti oleh siswa/i kelas 1 dan 2 sebanyak 34 orang. Siswa/i sekolah dasar telah melakukan kegiatan seperti kebersihan tangan, kuku, kaki dan memperhatikan sanitasi lingkungan. Namun masih ada anak sekolah yang jarang dan tidak pernah melakukan seperti mencuci tangan setelah berolahraga dan bermain, ada pengawasan dari keluarga tentang kebersihan kuku dan memotong kuku 1 kali seminggu, menggunakan alas kaki ketika bermain di tanah dan membuang sampah pada tempatnya. Oleh karena itu, edukasi terkait perilaku hidup bersih dan sehat sudah sewajarnya diterapkan pada anak sedini mungkin sehingga tercipta budaya perilaku hidup bersih dan sehat</em></p>2025-05-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Siti Raudah, Khoirul Anam, Kamil Kamil, Dwi Ida Puspitasari