TINGKAT MANAJEMEN PERAWATAN DIRI PADA LANSIA PENDERITA PENYAKIT TEKANAN DARAH TINGGI

Penulis

  • Abdullah Azam Mustajab Fikes UNSIQ Wonosobo
  • Siti Khoiriyah

DOI:

https://doi.org/10.35728/jkw.v4i2.1220

Kata Kunci:

hipertensi, lansia, manajemen perawatan diri, tekanan darah tinggi

Abstrak

Latar Belakang: Penyakit tekanan darah tinggi disebut dengan the silent disease karena penderita sering kali tidak merasakan gejala dan baru mengetahui ketika memeriksakan tekanan darahnya. Tujuan: Untuk menganalisis tingkat manajemen perawatan diri pada lansia penderita penyakit tekanan darah tinggi. Penyakit tekanan darah tinggi memerlukan manajemen perawatan diri dengan cara mengelola dan mengendalikan penyakit dan pencegahan komplikasi hipertensi. Metode: Studi deskriptif kuantitatif dengan total sampling berjumlah 30 responden. Instrumen studi menggunakan self-care management penderita penyakit tekanan darah tinggi meliputi integrasi diri, regulasi diri, interaksi dengan tenaga kesehatan dan lainnya, pemantauan tekanan darah dan kepatuhan terhadap aturan yang dianjurkan. Data dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil: Studi menjelaskan komponen self-care management penderita hipertensi terbanyak meliputi integrasi diri cukup 15 (50%), regulasi cukup 20 (66,7%), interaksi dengan tenaga kesehatan dan lainnya kurang 12 (40%), pemantauan tekanan darah kurang 15 (50%) dan kepatuhan terhadap aturan yang dianjurkan cukup 14 (46,7%). Tingkat self-care management setengah responden penelitian mempunyai tingkat self-care management cukup 15 (50%) dengan skor terendah self-care management 58 dan skor tertinggi self-care management 157. Kesimpulan: Lansia penderita hipertensi mempunyai tingkat manajemen perawatan diri yang cukup. Saran bagi peneliti selanjutnya bisa melakukan intervensi untuk meningkatkan manajemen perawatan diri pada lansia penderita hiprtensi supaya menjadi lebih baik.

Diterbitkan

2023-09-18