Gambaran Karakteristik Pasien HIV/AIDS yang Mendapat Terapi Antiretroviral (ARV) di Puskesmas Kota Samarinda pada Tahun 2020-2023
DOI:
https://doi.org/10.35728/jmkik.v11i1.1897Kata Kunci:
ARV, HIV/AIDS, Patient CharacteristicsAbstrak
HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan global yang masih menjadi tantangan, terutama di wilayah dengan populasi kunci berisiko tinggi. Kota Samarinda tercatat sebagai salah satu daerah dengan beban kasus HIV/AIDS yang cukup tinggi di Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik pasien HIV/AIDS yang menerima terapi antiretroviral (ARV) di lima Puskesmas di Kota Samarinda selama periode 2020–2023. Studi ini menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan total sampel sebanyak 493 pasien yang datanya diambil dari rekam medis berbasis komputer. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, domisili, pendidikan, status pernikahan, faktor risiko penularan, jenis ARV yang digunakan, dan efek samping ARV. Sebagian besar pasien berusia 20-29 tahun (50,9%), berjenis kelamin laki-laki (77,9%) dan (77,5%) faktor risiko penularannya berupa hubungan seksual sesama laki-laki (LSL). Sebanyak (89,9%) pasien berdomisili di Kota Samarinda, regimen ARV yang paling banyak digunakan adalah TDF + FTC + EFV (97,6%) dan mayoritas pasien (99,4%) tidak mengalami efek samping. Namun, data mengenai pendidikan dan status pernikahan sebagian besar tidak tercatat. Pasien HIV/AIDS yang menerima ARV di Kota Samarinda didominasi oleh kelompok usia produktif dan berjenis kelamin laki-laki dengan risiko penularan utamanya adalah pada populasi LSL.