Perbedaan Tajam Penglihatan Pascaoperasi Fakoemulsifikasi Antara Pasien Katarak dengan Diabetes Mellitus dan Tanpa Diabetes Mellitus

Authors

  • Muhaammad Afiq Izzuddin Mulawarman University
  • Nur Khoma Fatmawati Laboratorium Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
  • Hary Nugroho Laboratorium Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35728/jmkik.v7i2.995

Keywords:

Katarak, Fakoemulsifikasi, Tajam Penglihatan

Abstract

Fakoemulsifikasi diketahui sebagai salah satu modalitas utama dalam terapi katarak untuk memperbaiki tajam penglihatan pasien. Hasil tajam penglihatan pasien pascaoperasi belum tentu selalu baik, hal ini dapat dipengaruhi oleh riwayat penyakit terdahulu, salah satunya ialah diabetes mellitus (DM). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan tajam penglihatan pascaoperasi fakoemulsifikasi pada pasien katarak dengan DM dan tanpa DM di Klinik Mata SMEC Samarinda. Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Didapatkan sebanyak total 110 sampel yang terdiri dari 55 sampel katarak dengan DM dan 55 sampel katarak tanpa DM dari rekam medis di Klinik Mata SMEC Samarinda. Dari hasil uji Mann-Whitney tidak terdapat perbedaan signifikan hasil tajam penglihatan pascaoperasi fakoemulsifikasi antara pasien katarak dengan DM dan tanpa DM dengan nilai p adalah 0.509. Dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan signifikan hasil tajam penglihatan pascaoperasi fakoemulsifikasi antara pasien katarak dengan DM dan tanpa DM.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2022-12-15