HUBUNGAN USIA DAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP TINGKAT DEPRESI POST PARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LINGGANG BIGUNG KABUPATEN KUTAI BARAT
DOI:
https://doi.org/10.35728/jmkik.v11i1.905Keywords:
usia, dukungan suami, depresi post partumAbstract
Latar Belakang: Depresi Post Partum merupakan penyakit kesehatan mental yang mempengaruhi
perempuan setelah melahirkan. Bagi beberapa wanita, adalah normal untuk merasakan gejala depresi
post partum selama beberapa minggu setelah melahirkan. Faktor usia ibu saat persalinan dan
dukungan suami sering dikaitkan dengan masalah depresi post partum. Tujuan: Untuk mengetahui
hubungan usia dan dukungan suami terhadap tingkat depresi post partum di Puskesmas Linggang
Bigung. Metode: Rancangan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian
analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu post partum dengan
taksiran persalinan pada bulan September dan Oktober 2021 yang berjumlah 61 orang. Metode
pengambilan sampel probability sampling teknik proporsional sampling sebanyak 53 orang.
Instrumen penelitian menggunakan kuesioner karakteristik responde, kuesioner dukungan suami dan
Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Data dianalisis dengan teknik univariat dengan
distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji korelasi Spearman. Hasil: Diperoleh hasil sebagian besar
berumur 20-35 tahun, sebagian mendapatkan dukungan suami baik sebanyak 39 orang (73,6%),
sebagian besar tidak mengalami depresi post partum sebanyak 46 orang (86,8%) sedangkan yang
mengalami depresi post partum ringan sebanyak 5 orang (9,4%) dan yang mengalami depresi post
partum perlu penanganan sebanyak 2 orang (3,8%). Kesimpulan: tidak ada hubungan antara umur
dengan depresi post partum di wilayah kerja UPT Puskesmas Linggang Bigung Kabupaten Kutai
Barat (nilai p=0,089). Ada hubungan yang bermakna antara dukungan suami dengan depresi post
partum di wilayah kerja UPT Puskesmas Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barat (nilai p=0,004)