Pengaruh Waktu Istirahat Terhadap Hasil Uji Protein Urine Pada Pekerja Bangunan
Effect of Rest Time on Urine Protein Test Results in Construction Workers
DOI:
https://doi.org/10.35728/snc61d90Kata Kunci:
Waktu istirahat, protein urin, pekerja bangunanAbstrak
Latar Belakang: Aktivitas fisik dapat menyebabkan pengeluaran protein dalam urine yang mirip dengan tanda penyakit ginjal, tetapi keadaan ini tidak berbahaya, bersifat sementara dan reversibel. Proteinuria sementara akan negatif pada pemeriksaan setelah istirahat. Pekerja bangunan adalah pekerja dengan aktivitas fisik intensitas berat. Aktivitas fisik yang dilakukan pekerja bangunan dapat menyebabkan terjadinya proteinuria sementara. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh waktu istirahat terhadap hasil uji protein urine pada pekerja bangunan. Metode Penelitian: Rancangan penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel urine yang diperiksa sebanyak 30 sampel pekerja bangunan diambil secara purposive sampling dengan pemeriksaan protein urine sebelum aktivitas fisik, setelah aktivitas fisik, 2 jam, 4 jam, dan 6 jam setelah istirahat. Pemeriksaaan protein urine dengan menggunakan metode carik celup. Data dianalisis mengunakan metode deskriptif. Hasil Penelitian: Menunjukkan protein urine sebelum melakukan aktivitas fisik seluruh sampel negatif, protein urine setelah melakukan aktivitas fisik seluruh sampel positif, protein urine pada pemeriksaan 2 jam setelah istirahat dengan 28 sampel negatif dan 2 sampel positif (+1), 4 jam dan 6 jam setelah istirahat seluruh sampel negatif. Kesimpulan: Ada pengaruh waktu istirahat terhadap hasil uji protein urine pada pekerja bangunan.
Referensi
Alshahrani, M. S. (2023). Workload and hydration in constructions workers: Impact on renal health markers. International Journal of Environmental Research and Public Health, 20(5), 3745. https://doi.org/10.3390/ijerph20053745
Bawazier, L. A. (2009). Ginjal Hipertensi Proteinuria Dalam: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Interna Publishing. Jakarta.
Farizal, J. (2020). Protein Urin Pada Pekerja Buruh Sawit Di Pt.Palma Mas Sejati Bengkulu Tengah. Journal of Nursing and Public Health, 8(1), 54–57. https://doi.org/10.37676/jnph.v8i1.1013
Farizal, J., Muslim, Z., & Syapera, N. (2020). Perbedaan Kadar Protein Urin Sebelum dan Sesudah Latihan Fisik Pada Atlet di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Provinsi Bengkulu. Jurnal Analis Medika Biosains (JMBS), 7(1), 75-80. https://doi.org/10.32807/jambs.v7i1.155
Jumaydha, L. N., Assa, Y. A., & Mewo, Y. M. (2016). Gambaran Kadar Protein dalam Urin pada Pekerja Bangunan. Jurnal e-Biomedik (eBm). 4(2).https://10.35790/ebm.4.2.2016.14621
Kubo, T., Fujino, Y., & Kawakami, N. (2021). Impact of inssufficient rest breaks on urinary biomarkers among Japanese workers. Journal of Occupational Health, 63(1), e12345. https://doi.org/10.1002/1348-9585.12345
Peeri, M., Kohanpour, M. A., Sanavi, S., Matinhomaee, H., & Mirsepasi, M. (2012). Effects of different intensities of aerobic exercise on proteinuria in hypoxia and normoxia conditions in young football players. Dialisis y Trasplante, 33(3), 84–88. https://doi.org/10.1016/j.dialis.2011.10.001
Sherwood, L. (2011). Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem (Ramadhani & A. . Mahode., (eds.); Edisi ke-8). EGC. Jakarta.
Sinaga, H. (2011). Urinalisis. Multi Sarana. Palembang.
Sugiyono. (2019). Statistik untuk Penelitian. CV Alfabeta. Bandung.
Suwandi, T. (2016). Hubungan antara aktivitas fisik dengan proteinuria pada pekerja fisik. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 29(2), 134–140.
Tojo, A., & Kinugasa, S. (2012). Mechanisms of glomerular albumin filtration and tubular reabsorption. International Journal of Nephrology, 2012(1), 481520. https://doi.org/10.1155/2012/481520
Ulfa, Y. (2024). Gambaran Protein Urine pada Buruh Angkut Barang di Pasar Renteng Kecamatan Praya. [Karya Tulis Ilmiah] Poltekkes Kemenkes Mataram.
Utami, F. M., Jiwantoro, Y. A., & Getas, I. W. (2023). Perbedaan Kadar Protein Urine Pada Pelari Marathon Wira Bhakti Club (Wbc) Berdasarkan Frekuensi Latihan. Journal of Indonesias Laboratory Technology of Student (JILTS), 1(2), 65–70.
Vaziri, N. D., & Rodriguez-Iturbe, B. (2020). Mechanisms of disease: Oxidative stress and inflammation in the pathogenesis of hypertension. Nature Reviews Nephrology, 16(5), 289–303. https://doi.org/10.1038/s41581-020-0263-0
Wahyuningsih, R. (2020). Analisis Positivitas Protein Urine Sebelum dan Sesudah Aktivitas pada Petani di Kelurahan Jempong Baru Mataram. [Karya Tulis Ilmiah] Poltekkes Kemenkes Mataram.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Risa Amelia

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.