Uji Pemanfaatan Ekstrak Antosianin Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) Pada Morfologi Sel Darah Tepi

Utilization of Anthocyanin Extract of Purple Sweet Potato (Ipomoea Batatas L.) in Peripheral Blood Cell Morphology

Penulis

  • Supri Hartini Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur image/svg+xml
  • Muhammad Ihsan Idris DIII Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Kaltim, Samarinda, Indonesia
  • Eka Farpina Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.35728/5s7p5s11

Kata Kunci:

Antosianin, ubi jalar ungu, pewarna alami, eritrosit, leukosit, trombosit

Abstrak

Pemeriksaan morfologi sel darah melalui sediaan apusan darah tepi (SADT) merupakan prosedur penting dalam diagnostik hematologi. Pewarnaan konvensional menggunakan Giemsa terbukti efektif, namun memiliki keterbatasan berupa sifat toksik, proses yang relatif lama, serta keterbatasan ketersediaan di daerah tertentu. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pewarna alami yang lebih aman dan mudah diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan ekstrak antosianin ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) sebagai pewarna alami pada morfologi eritrosit, leukosit, dan trombosit. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan menggunakan 24 preparat SADT yang diwarnai dengan variasi konsentrasi ekstrak 25%, 50%, 75%, dan 100%. Hasil pengamatan dilakukan secara mikroskopis dengan pembesaran imersi, kemudian dibandingkan dengan pewarnaan Giemsa sebagai standar emas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eritrosit dapat terwarnai pada semua konsentrasi, dengan kualitas terbaik pada konsentrasi 50% dan 75% yang mendekati hasil Giemsa. Trombosit juga dapat terwarnai dengan baik pada konsentrasi 50%, 75%, dan 100%, meskipun intensitasnya belum setajam Giemsa. Sementara itu, leukosit tidak menunjukkan hasil pewarnaan yang optimal karena inti sel, granula, dan sitoplasma tidak terwarnai jelas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak antosianin ubi jalar ungu berpotensi digunakan sebagai alternatif pewarna alami untuk eritrosit dan trombosit, namun belum efektif untuk pewarnaan leukosit.

Referensi

Firani, N. K. (2018). Mengenali Sel-Sel Darah dan Kelainan Darah. Universitas Brawijaya Medan.

Iswara, A., Fakultas, A. K., Keperawatan, I., Kesehatan, D., Yuni, F., Wulandari, S., Widiyani, S. D., Semarang, M., Sitohistoteknologi, L., & Universitas, K. (2019). Caesar (Caesalpinia Extract) : Pewarna Alami Tanaman Indonesia Pengganti Giemsa. Jurnal Labora Medika, 3, 45–49.

Khairiyah, M. (2021). Identifikasi Ekstrak Ubi Jalar Ungu (Ipomea Batatas Poiret) Sebagai Zat Pewarna Alternatif Pada Pewarna Gram. Karya Tulis Ilmiah, 19. www.smapda-karangmojo.sch.id

Khasanah, N. A. H., Husen, F., & Yuniati, N. I. (2023). Pewarnaan Sediaan Apusan Darah Tepi (SADT) Menggunakan Infusa Bunga Telang (Clitorea ternatea). Jurnal Kesehatan Dan Science, 19(1), 67–78.

Rinny, A., & Sherly, R. (2018). Morfologi Eosinofil Pada Apusan Darah Tepi Menggunakan Pewarnaan Giemsa, Wright, Dan Kombinasi Wright-Giemsa. Jurnal Surya Medika, 3(2), 5–12.

Salnus, S., & Arwie, D. (2020). Ekstrak Antosianin Dari Ubi Ungu (Ipomoea Batatas L.) Sebagai Pewarna Alami Pada Sediaan Apusan Darah Tepi. Jurnal Media Analis Kesehatan, 11(2), 96. https://doi.org/10.32382/mak.v11i2.1771

Suminar, N. S. (2015). Hubungan Pengenceran Dan Waktu Pengecatan Giemsa Terhadap Hasil Sediaan Apus Darah Tepi. Jurnal Universitas Muhamadiyah Semarang, 5–17. http://repository.unimus.ac.id/1950/

Yunilawati, R., Yemirta, Y., Cahyaningtyas, A. A., Aviandharie, S. A., Hidayati, N., & Rahmi, D. (2018). Optimasi Proses Spray Drying Pada Enkapsulasi Antosianin Ubi Ungu. Jurnal Kimia Dan Kemasan, 40(1), 17. https://doi.org/10.24817/jkk.v40i1.3761

Diterbitkan

2026-05-30