Deteksi Dini Risiko Anemia Melalui Pemeriksaan Hemoglobin Dan Hematokrit Pada Masyarakat Wisata Dermaga Kereng Bangkirai

Authors

  • Muhammad Ihza Lisan Shidqi Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis Universitas Palangka Raya https://orcid.org/0009-0002-5291-9775
  • Eleventi Oktarina Putri Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis Universitas Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.35728/abdmlt.v5i2.2084

Keywords:

Anemia, hemoglobin, hematokrit, deteksi dini, masyarakat wisata

Abstract

Anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global yang dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk gizi dan sosio-ekonomi. Rendahnya kadar hemoglobin (Hb) dan hematokrit (Hct) digunakan sebagai parameter utama diagnosis anemia. Kelompok masyarakat pekerja di kawasan wisata berpotensi memiliki risiko anemia karena pola hidup dan faktor lingkungan. Tujuan utama kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar hemoglobin dan hematokrit pada masyarakat Wisata Dermaga Kereng Bangkirai. Kegiatan ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan populasi seluruh masyarakat yang berdomisili dan beraktivitas di kawasan tersebut (n=32), yang terdiri dari 25 perempuan dan 7 laki-laki. Pemeriksaan laboratorium dilakukan di lapangan menggunakan alat Point-of-Care-Testing (POCT) darah kapiler dari ujung jari. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta (90,6%) memiliki kadar hemoglobin dan hematokrit dalam kategori normal. Rata-rata kadar Hb total adalah 14,4 g/dL dan Hct 42,69%. Terdapat 3 peserta perempuan (12% dari total perempuan, atau 9,4% dari total peserta) yang terdeteksi anemia (Hb < 12 g/dL), sementara seluruh laki-laki berada dalam batas normal (Hb < 13 g/dL). Ditemukan korelasi linear antara kadar Hb dan Hct, di mana peserta dengan Hb rendah juga memiliki Hct di bawah 38%. Kesimpulan menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat pekerja pariwisata di Wisata Dermaga Kereng Bangkirai memiliki status hematologi yang normal. Deteksi dini menggunakan alat POCT terbukti efektif dan reliabel untuk skrining anemia berbasis komunitas di daerah dengan fasilitas terbatas. Kegiatan ini berkontribusi dalam deteksi dini risiko anemia dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Biset, W., Nasser, N., Tolu, L., Tsega, N., & Abraha, M. (2024). Magnitude and associated factors of preoperative anemia among adult elective surgical patients at saint paul’s hospital millennium medical college, addis ababa, ethiopia, 2024. Frontiers in Medicine, 11. https://doi.org/10.3389/fmed.2024.1466554

Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya. (2022). Profil Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2022. Palangka Raya: Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya. Diunduh dari https://dinkes.palangkaraya.go.id/v2/wp-content/uploads/2023/03/PROFIL-KESEHATAN-KOTA-PALANGKA-RAYA-TAHUN-2022.pdf

Fedosova, I., Aloshin, S., Kotykhova, L., & Sydorova, A. (2022). Decision support system for anemia diagnosis based on fuzzy model. Reporter of the Priazovskyi State Technical University Section Technical Sciences, (45), 6-12. https://doi.org/10.31498/2225-6733.45.2022.276220

Gómez, J., Parra, U., Álvarez, D., Hernández-García, R., & Ramírez-González, G. (2025). Anemia classification system using machine learning. Informatics, 12(1), 19. https://doi.org/10.3390/informatics12010019

Kementerian Kesehatan RI. (2022). Laporan Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. Diunduh dari http://p2ptm.kemkes.go.id/uploads/dokumen/SSGI/2022/Desember/LAPORAN_NASIONAL_SSGI_2021.pdf

Manikam, N. (2021). Known facts: iron deficiency in indonesia. World Nutrition Journal, 5(S1), 1-9. https://doi.org/10.25220/wnj.v05.s1.0001

Nangwasha, E. (2024). Understanding anemia among women of reproductive age and children in namibia: a comprehensive review. Journal of Innovative Research, 2(1), 37-43. https://doi.org/10.54536/jir.v2i1.2355

Paramastri, R., Hsu, C., Lee, H., Lin, L., Kurniawan, A., & Chao, J. (2021). Association between dietary pattern, lifestyle, anthropometric status, and anemia-related biomarkers among adults: a population-based study from 2001 to 2015. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(7), 3438. https://doi.org/10.3390/ijerph18073438

Setyaningrum, Y., Wulandari, I., & Purwanza, S. (2023). Literatur review penyebab dan upaya pencegahan anemia pada remaja putri. Journal of Noncommunicable Disease, 3(2), 84. https://doi.org/10.52365/jond.v3i2.858

Downloads

Published

2025-11-30