https://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/keperawatan/issue/feed Jurnal Keperawatan Wiyata 2024-04-07T14:19:14+00:00 rusdi rusdi@itkeswhs.ac.id Open Journal Systems <p>Medical journals is a collection of scientific publications of research-research field health covering the realm of nursing</p> https://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/1302 Hubungan antara Citra Tubuh dengan Tingkat Stress pada Mahasiswa 2024-03-06T02:15:47+00:00 Riana Khairunnisa khairunnisariana435@gmail.com La Ode Abdul Rahman laodeabdulrahman@gmail.com Rona Cahyantari Merduaty ronacahyantari@gmail.com Hening Pujasari heningpujasari@gmail.com <p>Latar belakang: Citra tubuh merupakan cara pandang seseorang terhadap tubuh dan penampilannya. Berdasarkan studi sebelumnya, masalah citra tubuh masih banyak dialami oleh mahasiswa. Citra tubuh negatif menyebabkan timbulnya harga diri rendah dimana seseorang sulit untuk menerima dan percaya pada dirinya sendiri, sehingga individu lebih rentan mengalami tingkat stress yang lebih berat. Tujuan: Untuk mengetahui adanya hubungan antara citra tubuh dan tingkat stress. Metode penelitian: Menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik quota sampling, dengan sampel sebanyak 198 responden mahasiswa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang terdiri atas tiga bagian, yaitu karakteristik responden, kuesioner citra tubuh MBSRQ, dan kuesioner tingkat stress . Hasil penelitian: Adanya perbedaan yang signifikan pada mean 7 sub skala MBSRQ, Appearance Evaluation, Fitness Evaluation, Fitness Orientation, Health Evaluation, Health Orientation, Illness Orientation, Body Areas Satisfaction Scale) di tingkat stress rendah, sedang, dan tinggi. Selain itu, hubungan antara citra tubuh dan tingkat stress cenderung bersifat negatif atau berbanding terbalik, kecuali pada sub skala Appearance Orientation. Implikasi: Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian berikutnya terkait citra tubuh dan tingkat stress.</p> <p><strong>Keyword : </strong>citra tubuh, tingkat stress, mahasiswa</p> 2024-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Keperawatan Wiyata https://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/1309 HUBUNGAN INTERNET ADDICTION DENGAN NYERI LEHER PADA REMAJA DI SMA NEGERI 3 PALANGKA RAYA 2024-03-13T08:14:11+00:00 Henry Wiyono wiyonohenry@gmail.com Ferry Ronaldo Kaedes980@gmail.com Christin Riana Dewi christinriana6@gmail.com <p style="font-weight: 400;"><strong>Latar Belakang: </strong>Nyeri leher merupakan dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan internet yang berlebihan. Penggunaan internet yangberlebihan sering kita kenal dengan istilah internet addiction. Internet addiction merupakan perilaku adiktif yang ditandai dengan ketidakmampuanindividu dalam mengendalikan kebutuhannya dalam menggunakan internet. Remaja merupakan individu yang masih berada pada tahap perkembangan sehingga lebih rentan untuk mengalami internet addiction. Fenomena yang terjadi saat ini adalah adanya peningkatan kejadian internetaddiction pada kalangan remaja. <strong>Tujuan: </strong>Untuk mengetahui hubungan internet addiction dengan nyeri leher pada remaja di SMA Negeri 3 PalangkaRaya. <strong>Metode: </strong>Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling didapatkan 111 responden, pengambilan data menggunakan kuesionerIAT dan NDI yang sudah melalui uji validitas dan reliabilitas, untuk analisis data menggunakan uji statistik Spearman Rank. <strong>Hasil: </strong>Berdasarkan hasiluji statistik dengan metode Spearman Rank menunjukkan angka Sig. 2-tailed dengan nilai p-value 0,00 dengan derajat kemaknaan p kurang 0,05 yangartinya ada hubungan antara internet addiction dengan nyeri leher. Correlation Coefficient didapatkan hasil 0,616 yang artinya memiliki tingkatkeeratan hubungan tinggi dan kuat. Terdapat arah hubungan yang positif antara internet addiction dan nyeri leher yaitu 1,000 lebih 0,616 yang artinya semakintinggi kejadian internet addiction maka kejadian nyeri leher juga semakin meningkat. Sehingga H1 diterima, artinya ada Hubungan Internet Addictiondengan Nyeri Leher. <strong>Simpulan: </strong>Ada hubungan antara internet addiction dengan nyeri leher. Disarankan kepada pihak instansi agar lebih sering memberikan konseling atau sosialisasi kepada siswa-siswi mengenai dampak negatif yang ditimbulkan akibat kecanduan internet, baik dampak yangmengarah kepada fisik, psikologi dan lingkungan sekitar<strong>.</strong></p> 2024-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Keperawatan Wiyata https://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/1311 Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Length of Stay di Instalasi Gawat Darurat 2024-03-14T16:05:55+00:00 Windy Roselita wroselita@gmail.com Marina Kristi Layun Rining marinalayun@gmail.com Aries Abiyoga ariesabiyoga@rocketmail.com Rusdi Rusdi rusdi@itkeswhs.ac.id 2024-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Keperawatan Wiyata https://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/1360 Perbedaan Tingkat Kepuasan Pasien Antara Puskesmas Terakreditasi Dan Puskesmas Tidak Terakreditasi Di Kabupaten Berau 2024-03-20T05:03:05+00:00 Wahyu Dewi Sulistyarini wahyudewis@itkeswhs.ac.id Dewi Puspita pdewi7852@gmail.com Rusdi Rusdi rusdi@itkeswhs.ac.id Siti Kholifah sitikholifah@itkeswhs.ac.id <p><strong>Latar Belakang </strong>Puskesmas sebagai bagian integral dari fasilitas pelayanan primer harus dapat menyediakan dan memelihara mutu pelayanan. Akreditasi merupakan upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan bagi pasien dan masyarakat secara berkesinambungan. Pelayanan Kesehatan yang sesuai standar akreditasi akan berdampak pada kepuasan pasien <strong>Tujuan </strong>mengetahui perbedaan tingkat kepuasan pada puskesmas terakreditasi dan tidak terakreditasi di Kabupaten Berau. <strong>Metode Penelitiaan </strong>yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain deskriptif analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em> dengan populasi 104 pasien dewasa dari Puskesmas Terakreditasi dan Puskesmas Tidak Terakreditasi dengan masing-masing sampel 52 pasien dengan teknik <em>Concecutive Sampling</em>. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner, dan analisis dengan uji <em>Mann Whitney Test</em>. <strong>Hasil </strong>analisis bivariat menggunakan uji <em>Mann-Whitney</em> menunjukkan perbedaan signifikan dalam tingkat kepuasan pasien antara Puskesmas Terakreditasi dan Puskesmas Tepian Terakreditasi dengan nilai signifikansi P <em>Value</em> = 0.000 kurang 0.05. <strong>Kesimpulan</strong> menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik dalam tingkat kepuasan pasien antara Puskesmas Terakreditasi dan Puskesmas Tidak Terakreditasi. <strong>Saran</strong> untuk mengevaluasi dampak akreditasi terhadap peningkatan kepuasan pasien secara kualitatif dan merancang strategi yang lebih tepat guna meningkatkan kepuasan pasien.</p> 2024-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Keperawatan Wiyata https://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/1434 KEPATUHAN PERAWAT TENTANG PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA BANDA ACEH 2024-04-03T02:10:58+00:00 Novia Ramadhani novaflah47@gmail.com Yuswardi Yuswardi yuswardi@usk.ac.id Rachmah Rachmah rachmah@usk.ac.id Hajjul Kamil hajjul.kamil@usk.ac.id Putri Mayasari putri.mayasari@usk.ac.id 2024-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Keperawatan Wiyata https://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/1319 Hubungan Kepuasan Kerja Dengan Turnover Intention Pada Perawat Pegawai Negeri Sipil Dan Tenaga Kontrak Di Rumah Sakit Umum Daerah Talisayan 2024-03-16T06:48:55+00:00 Siti Mukaromah sitimukaromah@itkeswhs.ac.id Muhadi Muhadi r22012027@student.itkeswhs.ac.id 2024-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Keperawatan Wiyata https://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/1327 PENGARUH TERAPI AKUPRESUR TERHADAP PERUBAHAN SKOR NYERI KEPALA PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LABANAN 2024-03-17T03:21:35+00:00 I Nyoman Budi Kerti inyomanbudikerti@gmail.com Andy Nuriyanto andynuriyanti@gmail.com 2024-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Keperawatan Wiyata https://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/1345 PENGARUH PENERAPAN MOBILISASI DINI TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA PADA PASIEN POST OPERASI APENDIKTOMI DI RUANG BOUGENVILLE RSUD DR ABDUL RIVAI KABUPATEN BERAU 2024-03-19T05:53:11+00:00 Yusnita Sirait chuanainggolan2015@gmail.com Nur Komariyah komariahn732@gmail.com Awal Darmawan awaldarmawan@itkeswhs.ac.id Sumiati Sumiati sumiati.m.kes@yahoo.com <div><strong><span lang="EN-SG">Latar Belakang:</span></strong></div> <div><span lang="EN-SG">Apendiktomi merupakan operasi pengangkatan apendiks yang telah terinfeksi dan harus dilakukan sesegera mungkin untuk mengurangi resiko perforasi lebih lanjut. Mobilisasi dini memperlancar peredaran darah sehingga dapat mempercepat proses penyembuhan luka.<strong>Tujuan:</strong>Untuk mengetahui pengaruh penerapan mobilisasi dini terhadap proses penyembuhan luka post operasi apendiktomi.<strong>Metode:</strong>Penelitian inimerupakan penelitian kuantitatif dengan desain <em>Quasi Experimen</em>, <em>pendekatan Post Test Only </em>dengan <em>Time Series, </em>Jadi ini adalah penelitianexperiment dengan pengukuran efek perlakuan yang dilakukan secara berulang pada satu kelompok saja secara utuh. Sampel penelitian 11 responden, diambil dengan teknik <em>Purposive Sampling. </em>Kreteria inklusinya pasien sadar penuh, mendapatkan pengobatan farmakologis yang sama, bersediadijadikan sampel penelitian. Observasi penyembuhan luka dengan scala tanda-tanda infeksi. <strong>Hasil:</strong>Nilai rata rata penyembuhan luka pada post test 1H2 2,909, SD 0,70, nilai minimal 2 maksimal 4, pada post test 2 H4 1,545 dan SD 0,69, nilai minimal 1 maksimal 3. Setelah dilakukan mobilisasi dini, penyembuhan luka baik ditandai dengan jumlah skor tanda infeksi dalam batas normal dan penurunan gejala infeksi pada post test 2 H4. Uji<em>Shapiro Wilk </em>didapatkan Whitung post test 1H2 0,822 kurang Wtabel 0,850 dan Whitung post test 2 H4 0,756 kurang Wtabel 0,850. Analisa bivariat menggunakan uji Wilcoxon didapatkan W hitung 0,000 kurang Wtabel 10 yang berarti Ha diterima Ho ditolak. artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pengukuran luka pada H2 dan H4 dengan nilai selisih 1,364. <strong>Kesimpulan:</strong>Ada pengaruh yang signifikan perlakuan mobilisasi diniterhadap proses penyembuhan luka pada pasien post operasi apendiktomi. <strong>Saran:</strong>Mobilisasi dini sangat penting dilakukan pada 2 lebih 48 jam post operasi apendiktomi, agar penyembuhan luka berjalan dengan baik.</span></div> 2024-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Keperawatan Wiyata https://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/1320 PENGARUH TERAPI DOA KRISTIANI TERHADAP SKOR KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI 2024-03-16T08:14:06+00:00 Kiki Hardiansyah Safitri kikihardiansyahs@itkeswhs.ac.id Yethi Octovin Pabontong yethioctovin@gmail.com 2024-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Keperawatan Wiyata https://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/1464 HUBUNGAN SIKAP DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA DI PUSKESMAS WILAYAH PERKOTAAN KABUPATEN BERAU 2024-04-07T14:19:14+00:00 Annisa Ain annisaain@itkeswhs.ac.id Nina Yunita ninayunita168@gmail.com 2024-04-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Keperawatan Wiyata