Jurnal Keperawatan Wiyata https://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/keperawatan <p>Medical journals is a collection of scientific publications of research-research field health covering the realm of nursing</p> Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida en-US Jurnal Keperawatan Wiyata 2774-4558 HUBUNGAN KESEHATAN SPIRITUAL PERAWAT DENGAN KOMPETENSI PERAWATAN SPIRITUAL DI RSUD WANGAYA KOTA DENPASAR https://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/1169 <p class="s17"><span class="s8">Latar Belakang</span>: Perawat sebagai pemberi pelayanan kesehatan keperawatan mempunyai peran yang sangat penting dimana kesehatan perawat secara spiritual akan berpengaruh pada kompetensi <span class="s16">spiritual care </span>pada perawat. <span class="s8">Tujuan</span>: Untuk mengetahui hubungan antara kesehatan spiritual perawat dengan kompetensi perawatan spiritual di RSUD Wangaya Kota Denpasar. <span class="s8">Metode</span>: Desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan <span class="s16">cross-sectional</span>. Sampel yang digunakan adalah perawat di RSUD Wangaya Kota Denpasar dengan jumlah sampel 147 perawat dengan teknik <span class="s16">non pr</span><span class="s16">o</span><span class="s16">bability sampling</span> dengan tipe <span class="s16">consecutive sampling</span>. Pengumpulan data menggunakan kuesioner SHALOM (<span class="s16">Spiritual health and life-orientation measure</span>) dan SCCS (<span class="s16">Spiritual Care Competence Scale)</span> serta analisis menggunakan <span class="s16">Spearmen’s Rho</span>. <span class="s8">Hasil Penelitian</span>: Dari 147 responden, sebanyak 128 responden (87,1%) memiliki kesehatan spiritual tinggi. Kompetensi perawatan spiritual yang dimiliki perawat di RSUD Wangaya Kota Denpasar menunjukkan bahwa sebanyak 121 responden (82,3%) memiliki kompetensi perawatan spiritual tinggi. Hasil analisa hubungan didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kesehatan spiritual perawat dengan kompetensi perawatan spiritual di RSUD Wangaya Kota Denpasar dengan nilai <span class="s16">p-value</span> = &lt;0.001. Terdapat korelasi yang kuat dengan arah korelasi positif dengan nilai r = 0.716. Semakin tinggi kesehatan spiritual perawat maka semakin tinggi kompetensi perawatan spiritual. <span class="s8">Kesimpulan</span>: Terdapat hubungan yang signifikan antara kesehatan spiritual perawat dengan kompetensi perawatan spiritual di RSUD Wangaya Kota Denpasar.</p> <p><strong>Conclusion : </strong>There is a significant relationship between the spiritual health of nurses and the competence of spiritual care at Wangaya Hospital, Denpasar City.</p> <p>&nbsp;</p> Komang Ayu Masri NLP Dina Susanti Asthadi Mahendra Bhandesa Copyright (c) 2023 Jurnal Keperawatan Wiyata 2023-09-07 2023-09-07 4 2 1 6 10.35728/jkw.v4i2.1169 HUBUNGAN MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN MINAT BELAJAR BAHASA JEPANG MAHASISWA SARJANA KEPERAWATAN ITEKES BALI TAHUN 2022 https://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/1174 <p><strong>Latar Belakang</strong> : Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang dilakukan antara dosen dengan mahasiswa dalam berinteraksi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Dimana dalam proses pembelajaran dosen diharapkan dapat menggunakan media pembelajaran yang efektif, interaktif, serta bervariasi. Sehingga, hal tersebut dapat menumbuhkan minat belajar khususnya dalam belajar bahasa asing seperti bahasa Jepang didalam mengikuti proses pembelajaran di kelas. <strong>Tujuan </strong>: Untuk mengetahui hubungan antara media pembelajaran dengan minat belajar bahasa Jepang pada mahasiswa sarjana keperawatan. <strong>Metode</strong> : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik korelasi dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Total sampel sebanyak 191 responden dengan teknik sampling <em>probability sampling</em> dengan metode <em>simple random sampling</em>. Instrument penelitian menggunakan kuesioner media pembelajaran dan kuesioner minat belajar bahasa Jepang. Analisa data menggunakan uji normalitas yaitu uji <em>kolmogorov-smirnov</em> dan didapatkan hasil data tidak berdistribusi normal sehingga dilakukan uji non parameterik menggunakan uji korelasi <em>spearman’s rho</em>. <strong>Hasil</strong> : Dari 191 responden, sebanyak 179 (93,7%) responden menjawab media pembelajaran menarik, dan sebanyak 175 (91,6%) responden memiliki minat tinggi dalam belajar bahasa Jepang. Hasil analisa bivariat dengan uji <em>spearman’s rho</em> menunjukkan terdapat hubungan antara media pembelajaran dengan minat belajar bahasa Jepang mahasiswa keperawatan (<em>p-value</em> &lt; 0.05). <strong>Kesimpulan</strong> : Terdapat hubungan yang signifikan antara media pembelajaran dengan minat belajar bahasa Jepang mahasiswa sarjana keperawatan ITEKES Bali. &nbsp;</p> Ni Wayan Ujianantari Luh Gde Nita Sri Wahyuningsih I Gusti Agung Galuh Wismadewi Copyright (c) 2023 Jurnal Keperawatan Wiyata 2023-09-07 2023-09-07 4 2 7 14 10.35728/jkw.v4i2.1174 HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI KELURAHAN MANGGA DUA WEEK VII SIMALINGKAR https://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/1228 <p>Hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia. Hipertensi merupakan keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang mengakibatkan angka kesakitan (morbidibitas) dan angka kematian (mortilitas). Hipertensi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor&nbsp;seperti: pola aktivitas, umur, jenis kelamin, dan pola makan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan tekanan darah pada lansia di Kelurahan Mangga Dua Simalingkar medan.Penelitian ini menggunakan desain penelitian <em>cross sectional.</em> Populasi dalam penelitian adalah seluruh lansia di Kelurahan Mangga Dua Simalingkar medan.Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan <em>purposive sampling</em> dengan jumlah responden 40 orang<em>.</em></p> <p>Hasil penelitian mengatakan bahwa lebih dari setengah (52,5%) responden dengan pola makan tidak baik dan lebih dari setengah (52,5%) responden dengan hipertensi stage II. Berdasarkan hasil uji <em>chi-square</em> didapat nilai p=0,011(&lt;0,05) artinya bahwa ada hubungan pola makan dengan tekanan darah pada lansia Di Week VII Kelurahan Mangga Dua Simalingkar. Diharapkan lansia harus tetap menjaga pola makan dengan baik serta olahraga teratur untuk mencegah peningkatan hipertensi.</p> Hetty Gustina Simamora Nagoklan Simbolon Elfrida Sianturi Copyright (c) 2023 Jurnal Keperawatan Wiyata 2023-09-18 2023-09-18 4 2 15 20 10.35728/jkw.v4i2.1228 IMPLEMENTASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SD DHARMA WANITA PRATIWI MEDAN https://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/1224 <p>Latar Belakang: Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah adalah pelaksanaan prosedur kesehatan yang wajib di praktekkan oleh guru, siswa, serta seluruh masyarakat di lingkungan sekolah demi terciptanya kehidupan yang bersih dan sehat. Sekolah dasar menjadi sasaran utama PHBS karena pada siswa harus ditanamkan perilaku hidup yang bersih dan sehat sejak dini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa di SD Dharma Wanita Pratiwi Kecamatan Medan Selayang. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif pada siswa kelas tiga, empat, dan lima dengan jumlah 86 orang melalui teknik <em>total sampling</em>. Pengumpulan data dilaksanakan pada Mei 2023 menggunakan kuesioner perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah dasar. Hasil: Implementasi perilaku hidup bersih dan sehat di SD Dharma Wanita Pratiwi Medan termasuk dalam kategori cukup baik ditandai dengan pelaksanaan cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir (77,9%), mengkonsumsi jajanan sehat (87,2%), menggunakan jamban sehat (49,6%), melakukan olahraga dan aktivitas fisik (59,1%), memberantas jentik nyamuk (49,6%), tidak merokok di lingkungan sekolah (43,5%) dan membuang sampah pada tempatnya (51,2%). Sementara pada indikator menimbang berat badan dan tinggi badan (89,5%) masih kurang. Kesimpulan: SD Dharma Wanita Pratiwi Medan perlu melakukan optimalisasi usaha kesehatan sekolah (UKS) serta koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan untuk melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan secara berkala di sekolah.</p> Ance M Siallagan Lilis Novitarum Diva L Rajagukguk Copyright (c) 2023 Jurnal Keperawatan Wiyata 2023-09-18 2023-09-18 4 2 21 25 10.35728/jkw.v4i2.1224 HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI KELUARGA DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKARAJA DESA PASIRHALANG KABUPATEN SUKABUMI https://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/1202 Audya Febriyani Hendri Hadiyanto Arfatul Makiyah Copyright (c) 2023 Jurnal Keperawatan Wiyata 2023-09-07 2023-09-07 4 2 26 35 10.35728/jkw.v4i2.1202 PENGARUH PROGRESSIVE COLD RELAXATION THERAPY DALAM PENURUNAN NYERI PADA PENDERITA ASAM URAT DI WILAYAH LAWANG https://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/1206 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Asam urat adalah penyakit peradangan sendi yang paling sering terjadi di seluruh dunia, dengan angka kejadian 3 banding 1000 orang dalam setahun dengan prevalensi sampai dengan 6,8% yang telah dilaporkan dalam studi berbasis populasi. <strong>Tujuan:</strong> Untuk mengetahui pengaruh Progressive Cold Relaxation Therapy dalam penurunan nyeri pada penderita asam urat di Wilayah Lawang. <strong>Metode:</strong> Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian quasy experimental dengan one control group pre-post test design. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh penderita asam urat di dusun kalianyar kecamatan lawang kabupaten malang. Sampel penelitian ini berjumlah 30 orang yang terdiri dari 15 orang kelompok intervensi dan 15 orang kelompok kontrol. Metode sampling yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling. <strong>Hasil :</strong> Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan Uji Regresi Linier Sederhana untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah terapi. Hasil penelitian menunjukkan ada penurunan skala nyeri yang signifikan setelah diberi Progressive Cold Relaxation Therapy yaitu (p=0,000). <strong>Implikasi :</strong> Diharapkan&nbsp; Progressive Cold Relaxation Therapy dapat digunakan sebagai pendekatan terapi alternatif atau pilihan utama dalam menurunkan nyeri pada penderita asam urat yang ingin mengurangi penggunaan obat-obatan.</p> Endri Teguh Pratama Putu Sintya Arlinda Nadhifah Rahmawati Wiwik Agustina Copyright (c) 2023 Jurnal Keperawatan Wiyata 2023-09-07 2023-09-07 4 2 36 45 10.35728/jkw.v4i2.1206 EFEKTIFITAS KOMBINASI TERAPI RENDAM KAKI DAN AROMATERAPI ROSA CENTIFOLIA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI https://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/1219 <p>Latar belakang: Hipertensi merupakan suatu peningkatan abnormal tekanan darah secara terus menerus lebih dari satu periode, dengan angka kejadian hipertensi meningkat dari 650 juta menjadi 1,28 miliar dalam tiga puluh tahun terakhir pada tahun 2022 dan diperkirakan akan terus meningkat. Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas terapi kombinasi rendam kaki air hangat dan aromaterapi rosa centifolia dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode: yaang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian quasy experimental. Populasi pasien hipertensi di dusun Sidomulyo sebesar 150 pasien, sedangkan sample yang digunakan sebesar 30 responden yang menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil: penelitian menunjukan sebelum diberikan terapi grade 1 hypertension 26% , dan setelah diberikan terapi mayoritas kelompok intervensi tekanan darah mengalami penurunan ke normal blood pressure 80%. Analisis Uji kruskall wallis menunjukkan hasil terapi efektif pada hari ke 7 sebesar 0,000 dengan presentase keefektifan 91,2%. Terapi dapat efektif karena rendam kaki dan aromaterapi memberi efek vasodilatasi yang dapat menurunkan tekanan darah. Implikasi: Terapi ini diharapkan menjadi alternatif bagi Masyarakat untuk menurunkan tekanan darah dengan dilakukan secara berlanjutan dan teratur.</p> <p>&nbsp;</p> Kelvin Enfi Pradana Wiwik Agustina Chinthia Kartikaningtias Putu Sintya Arlinda Copyright (c) 2023 Jurnal Keperawatan Wiyata 2023-09-07 2023-09-07 4 2 46 53 10.35728/jkw.v4i2.1219 TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG PERAWATAN KEBERSIHAN MULUT DENGAN TERJADINYA KARIES GIGI PADA ANAK USIA PRASEKOLAH https://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/1204 <p><span lang="EN-US">Latar belakang</span>: Anak prasekolah merupakan kelompok rentan terhadap masalah kesehatan terutama karies gigi, yang diakibatkan oleh belum maksimalnya kemampuan anak dalam menjaga kebersihan diri. Orang tua memiliki peranan penting dalam pengenalan segala informasi termasuk informasi tentang kesehatan kepada anak usia prasekolah yaitu perawatan kebersihan mulut. Berdasarkan pengetahuan yang dimiliki, orang tua dapat berperan sebagai edukator dan motivator untuk anaknya. Kejadian karies gigi pada anak prasekolah dapat disebabkan oleh kebersihan gigi dan mulut yang rendah akibat kurang atau tidak terbiasa menyikat gigi dan tingginya kebiasaan konsumsi makanan kariogenik. <strong>Tujuan</strong>: Untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan orang tua tentang perawatan kebersihan mulut dengan terjadinya karies gigi pada anak usia prasekolah. <strong>Desain: </strong>Jenis penelitian kuantitatif, menggunakan rancangan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Target populasi yaitu orang tua yang memuliki anak usia prasekolah dan anak usia prasekolah dengan jumlah 85 sampel menggunakan teknik <em>stratified random sampling.</em> Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan observasi karies gigi pada anak usia prasekolah. <strong>Hasil</strong>: Analisa data menggunakan Uji Chi- Square didapatkan p <em>value=</em> 0,002 &lt; 0,05, maka Ha diterima, artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua tentang perawatan kebersihan mulut dengan terjadinya karies pada anak usia prasekolah. <strong>Kesimpulan</strong>: Semakin baik tingkat pengetahuan orang tua tentang kebersihan mulut, maka semakin membaik kebersihan dan kesehatan gigi anak. Oleh karena itu, orang tua yang memiliki anak prasekolah diharapkan lebih meningkatkan wawasan pengetahuan tentang perawatan kebersihan mulut dan karies gigi, rutin mengecek kebersihan mulut dan gigi anaknya baik secara mandiri maupun ke fasilitas pelayanan kesehatan, dan mengajarkan kebiasaan mengurangi konsumsi makanan kariogenik</p> Siti Mukaromah Zefanya Tegar Subagyo Copyright (c) 2023 Jurnal Keperawatan Wiyata 2023-09-07 2023-09-07 4 2 54 60 10.35728/jkw.v4i2.1204 TINGKAT MANAJEMEN PERAWATAN DIRI PADA LANSIA PENDERITA PENYAKIT TEKANAN DARAH TINGGI https://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/1220 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Penyakit tekanan darah tinggi disebut dengan <em>the silent disease</em> karena penderita sering kali tidak merasakan gejala dan baru mengetahui ketika memeriksakan tekanan darahnya. <strong>Tujuan:</strong> Untuk menganalisis tingkat manajemen perawatan diri pada lansia penderita penyakit tekanan darah tinggi. Penyakit tekanan darah tinggi memerlukan manajemen perawatan diri dengan cara mengelola dan mengendalikan penyakit dan pencegahan komplikasi hipertensi. <strong>Metode:</strong> Studi deskriptif kuantitatif dengan <em>total sampling</em> berjumlah 30 responden. Instrumen studi menggunakan <em>self-care management</em> penderita penyakit tekanan darah tinggi meliputi integrasi diri, regulasi diri, interaksi dengan tenaga kesehatan dan lainnya, pemantauan tekanan darah dan kepatuhan terhadap aturan yang dianjurkan. Data dianalisis dengan analisis deskriptif. <strong>Hasil:</strong> Studi menjelaskan komponen <em>self-care management</em> penderita hipertensi terbanyak meliputi integrasi diri cukup 15 (50%), regulasi cukup 20 (66,7%), interaksi dengan tenaga kesehatan dan lainnya kurang 12 (40%), pemantauan tekanan darah kurang 15 (50%) dan kepatuhan terhadap aturan yang dianjurkan cukup 14 (46,7%). Tingkat <em>self-care management </em>setengah responden penelitian mempunyai tingkat <em>self-care management</em> cukup 15 (50%) dengan skor terendah <em>self-care management</em> 58 dan skor tertinggi <em>self-care management</em> 157. <strong>Kesimpulan:</strong> Lansia penderita hipertensi mempunyai tingkat manajemen perawatan diri yang cukup. Saran bagi peneliti selanjutnya bisa melakukan intervensi untuk meningkatkan manajemen perawatan diri pada lansia penderita hiprtensi supaya menjadi lebih baik.</p> Abdullah Azam Mustajab Siti Khoiriyah Copyright (c) 2023 Jurnal Keperawatan Wiyata 2023-09-18 2023-09-18 4 2 61 67 10.35728/jkw.v4i2.1220 PENGARUH TERAPI BACK MASSAGE DENGAN MUSIK ALAM TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI PONDOK LANSIA AL-ISHLAH PANDAWANGI KECAMATAN BLIMBING KOTA MALANG https://jurnal.itkeswhs.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/1230 Laurie Afrillia Dara Yunie Eny Rahmawati Erwanto Erwanto Luluk Nur Aini Copyright (c) 2023 Jurnal Keperawatan Wiyata 2023-09-20 2023-09-20 4 2 68 68 10.35728/jkw.v4i2.1230