PENGARUH PEMAKAIAN AIR REBUSAN DAUN BINAHONG UNTUK MENGATASI KEPUTIHAN PADA AKSEPTOR INTRA UTERINE DEVICE(IUD) DI POLI KANDUNGAN RUMAH SAKIT PERTAMINA BALIKPAPAN
DOI:
https://doi.org/10.35728/jmkik.v10i2.865Kata Kunci:
KEPUTIHAN, IUD, DAUN BINAHONGAbstrak
Pendahuluan: Keputihan yang tidak normal menjadi persoalan yang dihadapi oleh wanita. Masalah keputihan dapat
terjadi pada setiap wanita, salah satunya pada Akseptor Intra Uterine Device (IUD). keputihan patologis yaitu
keputihan yang timbul karena infeksi dari jamur, bakteri dan virus. Kasus keputihan pada akseptor IUD yang tidak
ditangani dengan baik dan benar akan menimbulkan komplikasi penyakit radang panggul yang berlarut-larut dan
dapat menyebabkan kemandulan (infertilitas) karena kerusakan dan tersumbatnya saluran telur. Pengobatan
keputihan secara non farmakologi dapat menggunakan tanaman herbal salah satunya adalah dengan air rebusan daun
binahong (Anredera Cordifolia). Tujuan Penelitian: mengetahui pengaruh pemakaian air rebusan daun binahong
untuk mengatasi keputihan pada Akseptor IUD di Poli Kandungan Rumah Sakit Pertamina Balikpapan. Metode
Penelitian: penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan bentuk desain penelitian Pre EksperimentalDesign
dengan jenis One Group Pretest-Posttest Design, yang dilakukan pada bulan September sampai Nopember
2021 dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang yang mengalami keputihan patologis dengan menggunakan tekhnik
purposive sampling. Pengukuran variable dilakukan dengan menggunakan kuesioner, Hasil: diperoleh dari hasil uji
Wilcoxon nilai p=0,000 dimana nilai p ≤ α (0,05) ada pengaruh pemakaian air rebusan daun binahong untuk
mengatasi keputihan pada Akseptor IUD di Poli Kandungan Rumah Sakit Pertamina Balikpapan Simpulan: bahwa
terapi air rebusan daun binahong yang diberikan sebagai bilas untuk cebok yang digunakan 2x sehari selama 5 hari
pada Akseptor IUD dapat mengatasi keputihan.
Kata Kunci: Keputihan, IUD, Daun Binahong


