Pengaruh Lama Hemodialisa Terhadap Hasil Urinalisa Metode Carik Celup pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di RSUD Praya
DOI:
https://doi.org/10.35728/jutelmo.v5i2.1946Kata Kunci:
CKD, Hemodialysis, Urinalysis, DipstickAbstrak
Latar Belakang: Pasien gagal ginjal kronik biasanya melakukan terapi utama pengganti ginjal yaitu
hemodialisa yang dapat mempertahankan fungsi tubuh pasien. Dalam hemodialisa, carik celup (memiliki
spesifisitas tinggi 97–100) membantu memantau fungsi ginjal sisa untuk manajemen pasien, penyesuaian
terapi, dan untuk pemantauan fungsi ginjal yang sederhana, efisien, dan efektif.
Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh lama hemodialisa terhadap hasil urinalisa metode carik celup
pada pasien gagal ginjal di RSUD Praya.
Metode Penelitian: Observasional analitik dan desain penelitian cross-sectional.
Hasil Penelitian: Rerata lama hemodialisa pada pasien di RSUD Praya yaitu 6 bulan. Rerata hasil
pemeriksaan carik celup untuk lama hemodialisa ≤ 3 bulan, nilai positifitas parameter glukosa 0.78, leukosit
2.56, eritrosit 3.22, protein 3.22. Lama hemodialisa 4-6 bulan, nilai positifitas parameter glukosa 1.33,
leukosit 2.11, eritrosit 2.89, protein 2.78. Lama hemodialisa > 6 bulan, nilai positifitas parameter glukosa
0.22, leukosit 1.44, eritrosit 2.22, protein 1.33. Uji statistik pada parameter protein (p = 0,001), eritrosit (p =
0,037), leukosit (p = 0,073) dan glukosa (p = 0,783).
Kesimpulan: Ada pengaruh lama hemodialisa terhadap hasil urinalisa metode carik celup parameter
protein dan eritrosit pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD Praya.
Unduhan
Referensi
Arinta, A., Rihiantoro, T. and Hardono, H. (2016) ‘Peningkatan Kadar Albumin Pada Pasien Gagal
Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis’, Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(1), p. 61.
doi: 10.30604/jika.v1i1.9.
Chenlee Condie (2020) Dialysis Electrolyte and Lab Testing Information, Instrumentation, Medical
Components, Key Cells, Red Blood Cells, White Blood.
Driva, N., Nurruhyuliawati, W., & Akbar, I. B. (2021). Hubungan kadar HbA1c dengan Glukosuria
Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Al-Ihsan Bandung Provinsi Jawa Barat. Jurnal
Integrasi Kesehatan dan Sains, 3(2), 131–135. https://doi.org/10.29313/jiks.v3i2.7326
KDIGO KDIGO 2019 Clinical Practice Guideline for the Evaluation and Management of Chronic
Kidney Disease. Kidney Int. Suppl. 2012, 3, 94, doi:10.3182/20140824-6-za1003.01333.
Obi, Y. et al. (2024) ‘Residual Kidney Function in Hemodialysis: Its Importance and Contribution to
Improved Patient Outcomes’, Toxins.
Sinuraya, E. and Lismayanur (2019) ‘Hubungan Lama Menjalani Terapi Hemodialisis Dengan
Kualitas Hidup Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis Di Rumah Sakit
Ginjal Rasyida Medan’, Jurnal Online Keperawatan Indonesia 139 Jurnal Online Keperawatan
Indonesia, 2(1), pp. 139–148.
Siregar, R. A., & Harahap, N. I. (2019). Gambaran hasil urinalisa pada pasien gagal ginjal kronik
yang menjalani hemodialisa di RSUD Pirngadi Medan. Jurnal Kedokteran Meditek, 25(69), 8
https://doi.org/10.52022/meditek.v25i69.275
Suban, C. and Widani, N. L. (2024) ‘Hubungan Konsumsi Air Minum terhadap Kejadian Gagal Ginjal
Kronik Pasien Dengan Hemodialisis’, Jurnal Keperawatan Cikini, 5(01), pp. 110–119. Available
at: http://jurnal.akperrscikini.ac.id/index.php/JKC/article/view/146.
Susilo, M., & Herlambang, R. (2018). Pengaruh lama hemodialisa terhadap kadar protein urine pada
pasien dengan gagal ginjal kronik. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences
Journal, 9(2), 92–97.
Wahyuni, E., Ramadhan, A., & Widodo, D. (2020). Pengaruh hemodialisa terhadap parameter
urinalisa pada pasien penyakit ginjal kronik. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 11(2),
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Diana Safitri R, Rohmi Rohmi, Agrijanti Agrijanti, Siti Zaetun

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
