Pengaruh Lama Konsumsi Obat Tenofovir Terhadap Kadar Hemoglobin dan Nilai MCV (Mean Corpuscular Volume) Pada Penderita Hepatitis B

Penulis

  • putri utami Poltekkes Kemenkes Mataram
  • Erna Kristinawati Poltekkes Kemenkes Mataram
  • Nurul Inayati Poltekkes Kemenkes Mataram

DOI:

https://doi.org/10.35728/jutelmo.v5i2.1997

Kata Kunci:

Tenofovir, Hemoglobin, Indeks eritrosit, Hepatitis B

Abstrak

Penggunaan Tenofovir jangka panjang pada penderita Hepatitis B dapat mempengaruhi hemoglobin dan nilai MCV. Efek samping obat tenofovir berpotensi mengganggu proses pembentukan sel darah merah melalui toksisitas, yang dapat menyebabkan anemia atau perubahan morfologi eritrosit. Oleh karena itu, pemantauan kadar hemoglobin dan MCV penting dilakukan untuk menilai dampak terapi jangka panjang terhadap kondisi hematologis penderita hepatitis B. Tujuan penelitiann untuk mengetahui pengaruh lama konsumsi obat tenofovir terhadap kadar hemoglobin dan nilai MCV (Mean Corpuscular Volume) pada penderita hepatitis B. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional, jumlah sampel sebanyak 24 penderita hepatitis B yang mengkonsumsi tenofovir dengan pemeriksaan kadar hemoglobin dan nilai MCV. Data yang dikumpulkan, kemudian dilakukan uji normalitas dengan uji Shapiro Wilks dan dilanjutkan dengan One Way Annova. Hasil penelitian mendapatkan rerata pada penderita Hepatitis B yang konsumsi tenofovir selama 3 bulan dengan kadar hemoglobin = 14,2 dan nilai MCV = 84,1. Penderita Hepatitis B yang konsumsi tenofovir selama 6 bulan didapatkan rerata kadar hemoglobin =12,2 dan nilai MCV = 89,0. Dan penderita Hepatitis B yang konsumsi tenofovir selama 12 bulan diperoleh rerata kadar hemoglobin = 9,8 dan nilai MCV = 76,3. Berdasarkan hasil uji One Way Annova  didapatkan nilai (p: 0.003) dan (p: 0.032) < 0.05, yang disumpulkan ada pengaruh lama konsumsi obat Tenofovir terhadap kadar hemoglobin dan nilai MCV (Mean Corpuscular Volume) pada penderita hepatitis B.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Buldukoglu, O. C., & Akin, M. (2021). Tenofovir Disoproxil Fumarate as a Possible Agent of Drug-Induced Anemia in a Liver Transplant Patient. Akdeniz Medical Journal, 7(1), 158–160. https://doi.org/10.17954/amj.2021.2553

Gozali, A. P. (2020). Diagnosis , Tatalaksana , dan Pencegahan Hepatitis B dalam Kehamilan. 47(5), 354–358.

Hermine, E., Menye, F., Patrice, H. M., Victorine, N., Mahamat, M., & Gloria, A. E. (2021). Tenofovir Induced Acute Kidney Injury and Severe Anemia: A Case Series of Four Patients. Advancements in Journal of Urology and Nephrology, 1(1), 6–9.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Kisniarti, L., Sukmana, D. J., Aini, Alfisahrin, & Halid, I. (2023). Prevalensi HBsAg Positif pada Pendonor Darah di Unit Daerah Palang Merah Indonesia Lombok Barat ( HBsAg Positive Prevalence in Blood Donor IN Palang Merah Indonesia Unit. Jurnal Sains Natural, 1(2), 51–54.

Konya, P., & Demirtürk, N. (2022). Evaluation of Tenofovir Disoproxil Fumarate Treatment in Patients with Chronic Hepatitis B. Department of Infectious Disease and Clinical Microbiology, 4(1), 1–8. https://doi.org/10.36519/idcm.2022.78

Lestari, G. D., & Kafesa, A. (2024). Kajian Penanganan Hepatitis B Berdasarkan Perilaku Dan Pemeriksaan Molekuler. Malahayati Health Student Journal, 4, 5095–5105.

Liang, X., Gao, Z., Xie, Q., Zhang, J., Sheng, J., Cheng, J., Chen, C., & Mao, Q. (2019). Long ‑ term efficacy and safety of tenofovir disoproxil fumarate in Chinese patients with chronic hepatitis B : 5 ‑ year results. Hepatology International, 13(3), 260–269. https://doi.org/10.1007/s12072-019-09943-6

Yasykurah, M. M., Dalila, V. F., Nugrahani, B. D., Bulkis, N., Naufal, M., Ananta, F., Farmasi, P. S., Kedokteran, F., & Mataram, U. (2024). Penatalaksanaan Hepatitis B : Kajian Pustaka. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5, 10467–10476.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-11-30