Pengaruh Pemberian Teh Hijau (Camellia Sinensis) Terhadap Kadar Asam Urat Pada Penderita Hiperurisemia

Penulis

  • Lisda Ramadhania Poltekkes Kemenkes Mataram
  • Lalu Srigede Poltekkes Kemenkes Mataram
  • Thomas Tandi Manu Poltekkes Kemenkes Mataram
  • I Wayan Getas Poltekkes Kemenkes Mataram

DOI:

https://doi.org/10.35728/jutelmo.v5i2.2005

Kata Kunci:

Teh Hijau, Asam Urat, Hiperurisemia

Abstrak

Latar Belakang : Hiperurisemia adalah keadaan meningkatnya kadar asam urat dalam darah yang berpotensi menimbulkan komplikasi berupa gout artritis maupun gangguan kardiovaskular. Teh hijau (Camellia sinensis) mengandung senyawa bioaktif seperti epigallocatechin gallate (EGCG) dan flavonoid yang berpotensi mengurangi kadar asam urat dengan cara menghambat aktivitas enzim xanthine oxidase.

Tujuan Penelitian : Menganalisis efek konsumsi teh hijau terhadap kadar asam urat pada individu dengan hiperurisemia.

Metode Penelitian : Penelitian pre-exsperimental dengan cara one group pre-test post-test pada 30 responden hiperurisemia di Wilayah Kerja Puskesmas Gunungsari. Intervensi teh hijau dilakukan selama 14 hari, data dianalisis menggunakan uji statistik paired sample t-test.

Hasil Penelitian: Rerata kadar asam urat sebelum pemberian teh hijau sebesar 8,00 mg/dL dan sesudah pemberian teh hijau sebesar 6,88 mg/dL. Berdasarkan uji statistik paired sample t-test didapatkan nilai signifikan 0,000 (p<0,05).

Kesimpulan : Terdapat pengaruh yang signifikan pada pemberian teh hijau terhadap kadar asam urat pada penderita hiperurisemia.

 

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Alatas, H. (2021). Penatalaksanaan Hiperurisemia Pada Penyakit Ginjal Kronik (CKD). Herb-Medicine Journal, 4(1), 1. https://doi.org/10.30595 /hmj.v4i1.5805

Anggraini, D. (2022). Aspek Klinis Hiperurisemia. Scientific Journal, 1(4), 299–308. https://doi.org/10.56260/sciena.v1i4.59

Chen, G., Tan, M., Li, K., Leung, P.-C., & Ko, C.-H. (2015). Green tea polyphenols decreases uric acid level through xanthine oxidase and renal urate transporters in hyperuricemic mice. Ethnopharmacology, 115, 60–66. https://doi.org/10.1097/JU.0000000000002945

Chen, H., Wang, R., & Liu, Y. (2022). High-dose green tea intervention: Short-term metabolic responses. International Journal of Food Sciences and Nutrition, 73(4), 567-575.

Chen, S., Wang, Y., & Li, H. (2020). Tea consumption and risk of hyperuricemia: A prospective study. Journal of Clinical Nutrition, 39(4), 1105-1113.

Dungga, E. F. (2022). Pola Makan dan Hubungannya Terhadap Kadar Asam Urat. In Jambura Nurisng Journal (Vol. 4, Issue 1). http://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jnj|7

Fakhrudin, N., Pramono, S., Wahyuono, S., I. P., Utami, S., G, A. P., Astuti, P., & Press, U. G. M. (2023). Herbal Untuk Terapi: Pendekatan Empiris dan Saintifik: Buku Fitoterapi. UGM PRESS.

Mahendra, H. I., & Arum, P. (2021). Pengaruh Pemberian Sari Buah Kersen terhadap Kadar Asam Urat pada Penderita Hiperurisemia. In Jurnal Gizi Unimus (Vol. 10). http://jurnal.unimus.ac.id

Gunarti, N. S., Hidayah, H., Adzkia, A. H., & Mursal, I. L. P. (2021). PotensiTanaman Tempuyung (Sonchus arvensis L) sebagai Antihiperurisemia Berdasarkan Kandungan Senyawa. Jurnal Buana Farma, 1(2). https://doi.org/10.36805/jbf.v1i2.129

Setyamidjaja, D. (2020). Budidaya dan Pengolahan Teh. Jakarta: Penebar Swadaya.

Tim Riskesdas. (2019). Laporan Riskesdas 2018 Nasional. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Widha Nugraheni, P., Rahmawati, F., Mahdi, C., & Prasetyawan, S. (2017). Green Tea Extract (Camellia sinensis L.) Effects on Uric Acid Levels on Hyperuricemia Rats (Rattus norvegicus). The Journal of Pure and Applied Chemistry Research, 6(3), 246–254. https://doi.org/10.21776/ub.jpacr.2017.006.03.355

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-11-30