Analisis Korelasi Nilai Mean Corpuscular Hemoglobine (MCH) dengan Kadar Magnesium pada Pasien Tuberkulosis Fase Intensif
DOI:
https://doi.org/10.35728/jutelmo.v5i2.2030Kata Kunci:
Tuberkulosis, TB, MCH, MagnesiumAbstrak
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (MTB), dapat mengakibatkan gangguan pada sistemik termasuk gangguan hematologi dan metabolisme mineral. Salah satu komplikasi yang sering terjadi pada pasien TB adalah anemia dan keseimbangan elektrolit, seperti penurunan kadar magnesium. Mean Corpuscular Hemoglobine (MCH) merupakan parameter hematologi yang mencerminkan rata-rata jumlah hemoglobin dalam satu sel darah merah dan dapat menurun pada kondisi anemia. Magnesium memiliki peran penting dalam sintesis protein dan fungsi enzimatik yang mempengaruhi produksi hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara nilai MCH dengan kadar magnesium pada pasein TB. Desain penelitian ini menggunakan adalah cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 59 pasien TB. Hasil analisis menggunakan uji Spearman menunjukan adanya hubungan positif yang signifikan antara nilai MCH dan kadar magnesium dengan nilai p = 0,01 dan kofisien korelasi r = 0,55, yang berarti berbanding lurus, semakin turun nilai MCH maka semakin turun juga kadar magnesium begitupun sebaliknya. Penelitian ini memberikan gambaran awal mengenai kemungkinan keterkaitan antara parameter hematologi dengan status elektrolit.
Unduhan
Referensi
Agrawal, Y., Goyal, V., Singh, A., & Lal, S. (2017). Role Of Anaemia and Magnesium Levels at the Initiation Of Tuberculosis Therapy With Sputum Conversion among Pulmonary Tuberculosis Patients. Journal of Clinical and Diagnostic Research, 11(6). https://doi.org/10.7860/JCDR/2017/23734.9975
Andayani, S., & Astuti, Y. (2017). Prediksi Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru Berdasarkan Usia Di Kabupaten Ponorogo Tahun 2016-2020. Indonesian Journal for Health Sciences, 1(2), 29. https://doi.org/10.24269/ijhs.v1i2.482
Bella, C. (2023). Hubungan Lamanya Konsumsi Obat Anti Tuberculosis (OAT) Terhadap Kadar Elektrolit pada Pasien Multidrug Resistant Tuberkulosis (MDR-TB) di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Politeknik Kesehatan TanjungKarang, 87(1,2), 149–200. https://repositorio.ufsc.br/xmlui/bitstream/handle/123456789/167638/341506.pdf?sequence=1&isAllowed=y%0Ahttps://repositorio.ufsm.br/bitstream/handle/1/8314/LOEBLEIN%2C LUCINEIA CARLA.pdf?sequence=1&isAllowed=y%0Ahttps://antigo.mdr.gov.br/saneamento/proees
Cascella, M. (2023). Hipermagnesemia. National Library of Medicine. https://www-ncbi-nlm-nih-gov.translate.goog/books/NBK549811/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc
Faradita, F. F., Kasimo, E. R., & Sanjaya, R. K. (2023). Gambaran Mcv Dan Mch Pada Penderita Tuberkulosis Paru Di Rsud Gambiran Kota Kediri. Jurnal Mahasiswa Kesehatan, 4(2), 103–110. https://doi.org/10.30737/jumakes.v4i2.3693
Indah Sari, M. (2019). Gambaran Nilai Eritrosit Rata-Rata Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di RSU MAYJEN H.A Thalib Kerinci. http://repo.upertis.ac.id/690/
Jabnabillah, F., & Margina, N. (2022). Analisis Korelasi Pearson Dalam Menentukan Hubungan Antara Motivasi Belajar Dengan Kemandirian Belajar Pada Pembelajaran Daring. Jurnal Sintak, 1(1), 14–18.
Kristianingsih, Y., Rahayu, C., Prakoso, A., & Dui, C. (2024). Gambaran Indeks Eritrosit Pada Penderita Tuberkulosis Paru di Rumah Sakit Umum Mary Cileungsi Bogor. 10(2), 188–196. https://eresources.thamrin.ac.id/id/eprint/1198/3/Cindy Dui Pratiwi_D3 Teknologi Laboratorium Medis_2024-ABSTRAK.pdf
Kurniaji, I., Rudiyanto, W., & Windarti, I. (2023). Anemia pada Pasien Tuberkulosis. Medical Profession Journal of Lampung, 13(1), 42–46. https://doi.org/10.53089/medula.v13i1.592
Lima, F. da S., & Fock, R. A. (2020). A review of the action of magnesium on several processes involved in the modulation of hematopoiesis. International Journal of Molecular Sciences, 21(19), 1–22. https://doi.org/10.3390/ijms21197084
Ningsih, A. S. W., Ramadhan, A. M., & Rahmawati, D. (2022). Kajian Literatur Pengobatan Tuberkulosis Paru dan Efek Samping Obat Antituberkulosis di Indonesia. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 15, 231–241. https://doi.org/10.25026/mpc.v15i1.647
Nopita, E., Suryani, L., & Siringoringo, H. E. (2023). Analisis Kejadian Tuberkulosis (TB) Paru. Jurnal Kesehatan Saelmakers Pernada, 6(1), 201–212. https://doi.org/10.32524/jksp.v6i1.827
Shah, A., Desai, K., & Maru, A. (2022). Evaluation of hematological parameters in pulmonary tuberculosis patients. Journal of Family Medicine and Primary Care, 169–170. https://doi.org/10.4103/jfmpc.jfmpc
Sri Andayani. (2020). Prediksi Penyakit Tuberkulosis Paru Berdsarkan Jenis Kelamin. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Bengkulu, 08, 5–24. https://www.neliti.com/publications/468503/prediksi-kejadian-penyakit-tuberkulosis-paru-berdasarkan-jenis-kelamin
Sunarmi, S., & Kurniawaty, K. (2022). Hubungan Karakteristik Pasien Tb Paru Dengan Kejadian Tuberkulosis. Jurnal ’Aisyiyah Medika, 7(2), 182–187. https://doi.org/10.36729/jam.v7i2.865
World Health Organization. (2024). 10 facts on tuberculosis. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/facts-in-pictures/detail/tuberculosis
Yayuningsih, D., Prayitno, H., & Mazidah, R. (2018). Hematologi (M. Ester (ed.)). Penerbit Buku Kedokteran EGC.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Gladys Theodora Pricillia Sinurya, Sabarina Elfrida Manik, Dian Rachman Wijayanti

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
