Analisis Kepatuhan Proses Pemeriksaan Feses Lengkap Berdasarkan Standar Mutu Laboratorium

Penulis

  • Maya Tamara Mawardani Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda
  • Rizki Higiansyah ITKES Wiyata Husada Samarinda

DOI:

https://doi.org/10.35728/jutelmo.v5i2.2194

Kata Kunci:

feses, direct slide, telur cacing

Abstrak

Proses pencernaan makanan masuk kedalam tubuh akan dicerna menjadi sari-sari makanan yang diserap oleh usus, sedangkan sisanya yang tidak diserap oleh tubuh akan dikeluarkan dalam bentuk feses. Setiap individu memiliki pola buang air besar yang berbeda-beda, dimana pola buang air besar tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain asupan cairan, aktivitas, asupan serat dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Apabila konsumsi serat dalam makanan, konsumsi cairan, dan pemenuhan kebutuhan aktivitas tidak terpenuhi maka akan menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan Tujuan : Melakukan pemeriksaan dan analisis teoritis hasil pemeriksaan feses lengkap Laboratorium Patologi Klinik RSUD X. Tata laksana : Pelaksanaan tugas akhir ini dilakukan pada tanggal 15 Januari 2024 sampai dengan 23 Febuari 2024 di Laboratorium Patologi Klinik RSUD X. Metode : direct slide, sampel akan terwarnai dengan eosin 2% sehingga akan lebih jelas membedakan telur cacing dengan kotoran disekitarnya. Hasil : Telah didapatkan hasil pengamatan pemeriksaan feses lengkap secara makroskopis dan mikroskopis sebanyak 30 sampel dengan hasil yang normal Kesimpulan : Pemeriksaan feses lengkap pada tahap pra analitik, analitik dan pasca analitik, pemantapan mutu internal (PMI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Good Laboratory Practice (GLP) telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

 

 

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Aini, N. 2016 Pengaruh waktu inkubasi sediaan baca terhadap hasil pemeriksaan telur cacing soil transmitted helminthes (STH) pada metode kato katz.

Artati, J. 2016 Identifikasi Nematoda Usus golongan STH (Soil Transmitted Helimnth) padametode kato katz

Depertemen Kesehatan. 2011. Pedoman Pratik Laboratorium Kesehatan yang Benar (Good Laboratory Practive): Depaertemen Kesehatan RI.

Dinas Kesehatan Kota Samarinda. 2016, Data Kecacingan di Kota Samarinda tahun 2016.

Dinas Kesehatan Kota Samarinda. 2016, Data Kecacingan di Kota Samarinda Irianto, K. 2013, Parasitologi Medis, Alfabeta. Bandung

Kemenkes, RI. 2017. Kendali Mutu. Indonesia. Kementrian Kesehatan RI.

Limpomo, B.A. 2014. Perbedaan metode flotasi menggunakan larutan ZnSO4 dengan metode Kato-Katz untuk pemeriksaan kuantitatif tinja, Undergraduate thesis, Faculty of Medicine Diponegoro University.5- 12.

Manuba L.B. Amertha putra, 2016. Prosedur Penggunaan Alat Pelindung Diri Dan BiosafetyLevel 1 Dan 2, Directory Of Open Acces Journal. 6(1)

ofia, R. 2017. Perbandingan Akurasi Pemeriksaan Metode direct slide dengan Metode Kato-katz pada Infeksi kecacingan, Bagian Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh 1-14.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per 04/Men/1980 tentang Syarat-syarat Pemasangan Alat Pemadam Api Ringan. Jakarta. RI.

Praptomo, A.J. 2018. Pengendalian Mutu Laboratorium Medis. Yogyakarta:

Grup PenerbitanCV Budi Utama.

Rita Shintawati, 2014 Parasitologi: Balantidium coli, Penerbit Buku Bandung.

Safar, 2011, Parasitologi Kedokteran : Protozoologi, Helmintologi,.

Entomologi, Cetakan I,Yrama Widya, Bandung.

Setya, K. A.2013. Parasitologi: Praktikum Analis Kesehatan. Penerbit Buku KedokteranEGC, Jakarta

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-11-30